Jenis-Jenis Penyakit Anemia

Jenis-Jenis Penyakit Anemia –¬†Penyakit anemia adalah suatu keadaan dimana tubuh kekurangan sel darah merah yang sangat berguna untuk membawa oksigen ke jaringan tubuh. sel-sel yang dapat mengangkut oksigen pada sel darah merah yang mengandung hemoglobin dan protein yang kaya akan zat besi. Untuk dapat memproduksi hemoglobin dan sel darah merah, tubuh sangat membutuhkan zat besi, mineral, protein dan vitamin.

Jenis-Jenis Penyakit Anemia

Rata-rata orang yang menderita penyakit anemia ini akan merasa kelelahan setiap waktu. Ada beberapa jenis-jenis penyakit anemia dan penyebab yang berbeda-beda. Dan pengobatan anemia juga berbeda, tergantung jenis anemia tersebut. Pengobatan anemia bisa bervariasi dari mulai mengkomsumsi suplemen vitamin atau dengan zat besi untuk operasi atau transfusi darah. Penyakit anemia bisa saja menjadi penyakit yang berbahaya jika tidak segera dilakukan pencegahan sedini mungkin.

Berikut Jenis-jenis Penyakit Anemia

Anemia Kekurangan Gizi

Kadar zat besi yang terkandung di dalam tubuh juga dapat menurun, yang disebabkan karena perdarahan, dan juga tidak mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi. Kadar zat besi dapat menghilang karena beberapa penyebab diantaranya ialah mencret yang menahun dan keadaan lain seperti sprue.

Bagi seseorang yang sedang menderita infeksi cacing tambang mungkin akan mengalami anemia juga. Zat besi yang tidak diserap dengan baik karena lambung yang tidak menghasilkan HCL (asam klorida) dalam jumlah yang cukup. Terkadang keadaan ini juga dapat terjadi pada masa kehamilan, untuk itu waspadalah. Pada kehamilan penyakit ini tidak hanya akan mempengaruhi ibu nya saja akan tetapi sang bayi yang dikandung di dalam perut sang ibu.

Gejala anemia yang dialami oleh penderita anemia jenis ini akan mengalami mudah emosi, cepat lelah, lemah dan mudah tersinggung. Gejala anemia lainnya yang dialami yaitu nyeri lambung, nyeri bagian perut, kembung, perasaan kaku, nyeri dimulut dan gejala laninnya. Dalam jenis anemia ini, sel-sel darah merah berbentuk lebih kecil dari bisanya dan mempunyai bentuk tidak teratur.

Penyebab Defisiensi Besi Antara lain :

Asupan zat besi yang tidak cukup, contohnya bayi yang diberi makan susu belaka sampai umur antara 12-24 bulan dan pada orang tertentu yang memakan sayur-sayuran saja.
Terjandinya gangguan absorpsi seperti setelah gastrektomi
Kehilangan yang yang sudah menetap seperti yang terjadi pada perdarahan saluran cerna yang lambat karena penyakit polip, hemoroid, neoplasma, makan aspirin dan gastritis varieses esophagus.

Defisiensi Besi Anemia

Anemia Sumsum Tulang (Anemia Makrositik Normokrom)

Ada banyak faktor yang mungkin dapat menyebabkan terganggunya produksi sel-sel darah merah yang terjadi pada sumsung tulang. Infeksi dan peradangan seperti tumor, kanker tulang, rheumatoid dan zat kimia tertentu yang mungkin dapat menyebabkan kerusakan pada bagian sumsum tulang. Zat-zat radioaktif lain seperti sinar-X (rontgen) dan juga radiasi nuklir (atom) dapat menyebabkan hal ini terjadi.

Anemia jenis ini dikarenakan kekurangan vitamnin B12 (anemia pernisiosa) yaitu anemia megaloblastik yang dikarenakan oleh kekurangan vitamin B12. Selain zat besi, sumsum tulang juga memerlukan vitamin B12 dan asam folat untuk dapat menghasilkan sel darah merah, namun jika salah satunya tidak tercukupi maka bisa terjadi anemia megaloblastik.

Ada Beberapa Penyebab Kekurangan Vitamin B12 :

  • Pertumbuhan bakteri abnormal di dalam usus halus yang menghalangi penyerapan vitamin B12.
  • Mengidap penyakit tertentu (contohnya penyakit Chohn).
  • Pengangkatan lambung, atau sebagaian lain dari usus halus dimana vitamin B12 akan diserap.
  • Penderita ¬†vegetarian.

Pada anemia sumsum tulang, gejala anemia yang akan di alami penderita yaitu akan merasa sangat lemah, kulit menjadi pucat dan kehilangan licin (lilin) pada kulit. Penderita bisa saja mengalami perdarahan di bawah selaput lendir di sekeliling mata. Dan sel-sel darah merah mungkin akan mengalami penurunan di bawah 2.000.000/mm3 dan kemungkinan sel darah putih juga akan turun dari 7.000/mm3 menjadi kurang dari 1.000/mm3.

Perawatan yang dapat dilakukan pada anemia jenis ini yang pertama adalah mengetahui penyebabnya. Dan penderita harus menghindari pengobatan yang akan menyebabkan alergi. Penyuntikan vitamin B12 mungkin dapat menolong mengembalikan sumsum tulang kepada cara kerja yang normal, asalkan sumsum tersebut belum rusak total.

Anemia Perdarahan

Penyakit anemia perdarahan ini biasanya terjadi pada seseorang yang pernah mengalami kecelakaan, setelah pembedahan atau karena penyakit yang parah (serius) yang pada akhitnya akan kehilangan banyak darah, juga dapat menyebabkan anemia. pada kondisi tersebut, akan secara tiba-tiba mengeluarkan cairan atau juga plasma dalam jumlah yang cukup banyak. Akan tetapi sel darah merah tidak dapat dengan mudah terganti (dalam jumlah yang banyak). Korban tersebut mungkin memiliki plasma yang cukup di dalam peredaran darahnya, namun sel darah merah tetap rendah. Ini merupakan salah satu contoh anemia perdarahan.
Perdarahan yang terjadi akibat luka yang terdapat pada lambung ataupun usus juga dapat menyebabkan anemia. apabila sel darah merah hilang dengan lebih cepat dari pada sel darah merah yang digantikan oleh tubuh, maka si penderita tentunya akan segera merasakan gejala anemia lainnya. kehilangan sel-sel darah merah secara perlahan malalui saluran kemih juga dapat menyebabkan hal yang sama. Anemia jenis ini bisa saja terjadi pada wanita yang sedang mengalami haid, anemia ini akan menyebabkan tubuh wanita merasa lemah.

 


=====================================

>>> K-Link Liquid Chlorophyll Untuk Anemia, Membantu Meningkatkan Jumlah Sel Darah Merah, Menjaga Kadar Hemoglobin Tetap Normal, Meningkatkan Stamina dan Energi Tubuh, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Gejala Anemia and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *