Gejala Kelainan Anemia

Anemia pada anak juga bisa disebabkan oleh adanya penyakit yang mendasari, misalnya kelainan darah. Jika merujuk seeuai dengan ketetapan WHO, anemia didefinisikan sebagai kondisi darah dengan keadaan hemoglobin (Hb) yang rendah. Hemoglobin adalah komponen sel darah merah (eritrosit) yang membawa oksigen dari jantung ke seluruh tubuh. Nilai patokan anemia secara mudahnya ditetapkan kurang dari 11 gr/dl untuk anak usia dibawah 5 tahun, dan kurang dari 12 gr/dl untuk anak usia di atas 5 tahun. Kdaar Hb dapat diketahui dari hasil pemeriksaan darah.

Anemia akibat penyakit kelainan darah dapat terjadi sebagai gejala awal maupun gejala penyerta. Anemia sebagai gejala awal seringkali ditemukan pada leukemia akut, khususnya pada anak. Sedangkan anemia sebagai gejala penyerta dijumpai pada retinoblastoma dalam keadaan lanjut, maka ditemukan pula anemia.

Kedua penyakit di atas yakni leukemia akut dan retinoblastoma, palng sering ditemukan sebagai penyebab anemia pada anak akibat kelainan darah berdasarkan data yang diperoleh dari bagian IKA RSCM. Meski demikian, tentunya data ini akan berbeda dengan bagian-bagian lainnya.

Gejala awal dari leukemia akut antara lain adalah perdarahan, demam yang naik turun tanpa sebab yang jelas, kadang disertai perut membesar, nyeri di tulang dan persendian, serta adanya benjolan jika sel kanker sudah menyebar ke bagian tubuh yang lain. Sedangkan retinoblastoma adalah tumor padat yang menyerang mata.

Seperti yang kita ketahui bahwa setelah masa fetal (peroide di dalam kandungan) sel-sel darah dibentuk di sumsum tulang dan sebagian di limpa dan hati. Pada leukemia, produksi dari sel-sel darah putih abnormal, artinya jumlah yang diproduksi sangat banyak namun belum matang alias muda. Jumlahnya sangat fantastis, biasanya di atas 5.000 hingga 10.000 sel per mikroliter. Namun sayangnya, jumlah yang sangat banyak itu ternyata hanyalah sel-sel yang muda sehingga fungsinya belum sempurna. Sel darah putih (leukosit) yang seharusnya berfungsi sebagai sel pertahanan tubuh terhadap serangan benda asing dan melawan enyakit justru akan mengganggu fungsi sel-sel darah yang lain.

Penyerangan terhadap sel-sel tubuh sendiri ini ditandai dengan infiltrasi ke sumsum tulang dan menyebabkan depresi sumsum tulang. Selanjutnya sumsum tulang yang tedepresi tidak bisa memproduksi sel-sel darah termasuk sel darah merah sebagai mana mestinya. Akibatnya akan timbul anemia sebab pembentukan sel darah merah akan terganggu.

Selain terganggunya pembentukan sel darah merah atau sistem eritropoetik (pembentukantrombosit) granulopoetik (pembentukan sel darah putih/leukosit). Oleh karenanya, pada leukemia, pasien menjadi mudah terkena infeksi akibat sel-sel pertahanannya tidak berfungsi dengan baik, serta anemia juga karena jumlah sel darah merah yang diproduksi berkurang.

Sebagai kompensasi depresi sumsum tulang, tubuh akan berusaha memaksimalkan produksi sel-sel darah melalui pembentkan di limpa dan hati. Akibatnya, limpa dan hati pada leukemia juga akan membesar ini tampak pada perut pasien yang membesar.


=====================================

>>> K-Link Liquid Chlorophyll Untuk Anemia, Membantu Meningkatkan Jumlah Sel Darah Merah, Menjaga Kadar Hemoglobin Tetap Normal, Meningkatkan Stamina dan Energi Tubuh, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Gejala Anemia and tagged , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *