Gejala Anemia Kurang Darah

Gejala anemia kurang darah sangat bervariasi, tetapi pada umumnya dapat dibagi menjadi tiga golongan besar, yaitu sebagai berikut. Gejala umum anemia disebut juga sebagai sindrom anemia atau anemia syndrome. Gejala umum anemia atau sindrom anemia adalah gejala yang timbul pada seua jenis anemia pada kadar hemoglobin yang sudah menurun sedemikian rupa dibawah titik tertentu. Gejala ini timbul karena anoksia organ target dan mekanisme kompensasi tubuh terhadap penurunan hemoglobin. Gejala-gejal tersebut apabila diklasifikasikan menurut organ yang terkena.

Gejala anemia kurang darah yang khas menjadi jenis anemia adalah sebagai berikut :

  1. Anemia defisiensi besi, disfagia, atrofi papil lidah,stomatitis angularis.
  2. Anemia defisiensi asam folat,  lidah merah (buffy tongue)
  3. Anemia hemolitik, ikterus dan hepatosplenomegali.
  4. Anemia aplastik, pendarahan kulit atau mukosa dan tanda-tanda infeksi.


Tanda dan gejala anemia kurang darah :

  1. Tampak lesu, letih, dan lemas
  2. Selaput merah mata (conjunctiva) terlihat lebih pucat
  3. Telapak tangan terlihat putih
  4. Bibir terlihat pucat, tidak bersemu kemerahan
  5. Wajah terlihat pucat pasi
  6. Kuku kaki dan tangan terlihat sangat pucat / putih
  7. Mudah lelah
  8. Sering merasa pusing
  9. Sering merasa kepala berputar putar dan mual saat berdiri dari posisi semula jongkok
  10. Merasakan sesak nafas saat beraktivitas
  11. Telinga sering terasa emndenging
  12. Gangguan haid dan libido menurun
  13. Elastisitas kulit menurun
  14. Rambut tipis dan halus

Gejala penyakit dasar yang menjadi penyebab anemi. Gejala penyakit anemia ini timbul karena penyakit-penyakit yang mendasari anemia tersebut. Misalnya anemia defisiensi besi yang disebabkan oleh infeksi tambang berat akan menimbulkan gejala seperti pembesaran parotis dan telapak tangan berwarna kuning seperti jemari.

Pemeriksaan fisik pada anemia biasanya tidak menunjukkan tanda apapun :

  1. Mungkin ada pucat (telapak tangan, konjungtiva), walaupun tanda ini tidak bisa diandalkan karena banyak orang yang tampak pucat tidak anemia, dan banyak orang yang anemia tidak tampak pucat.
  2. Flow, murmur sistolik sering ditemukan
  3. Bisa ditemukan tanda-tanda penyakit yang mendasari
  4. Pada anemia defisiensi Fe yang telah berlangsung lama bisa dijumpai koilinikia (kuku berbentuk sendok, spoon nail).

Anemia merupakan kelainan fisiologis bukan suatu diagnosis. Oleh karenanya harus ditegakkan diagnosis akhir berupa suatu penyakit. Langkah pertama dalam melakukannya adalah mengelompokkan anemia menurut ukuran eritrosit.

Anemia mikrositik/hipokromik; ukuran eritrosit lebih kecil dari normal (mikrositik) dengan kadar hemoglobin lebih rendah dari normal (hipokromik). Penyebab tersering adalah anemia defisiensi Fe dan talasmeia.

Anemia normokromik dan normositik ; kadang-kadang disebut anemia karena penyakit kronis. Ukuran eritrosit normal. Penyebab penyakit anemia ini tersering adalah :

  1. Infeksi kronis, seperti tuberculosis (TB) dan osteomielitis
  2. Penyakit radang seperti arthritis rheumatoid dan penyakit jaringan akut.
  3. Keganasan
  4. Gagal ginjal

 

 

 


=====================================

>>> K-Link Liquid Chlorophyll Untuk Anemia, Membantu Meningkatkan Jumlah Sel Darah Merah, Menjaga Kadar Hemoglobin Tetap Normal, Meningkatkan Stamina dan Energi Tubuh, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Gejala Anemia and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>